Penggunaan Media Sosial dalam Pendidikan yang Tepat di Sekolah

Siapa yang acuh terhadap perkembangan dunia, maka ia akan tergilas oleh zaman. Hal tersebut terjadi karena pendidikanlah yang membuat dunia menciptakan inovasi dan hal-hal baru seperti halnya saja teknologi yang memudahkan kita dalam melakukan aktivitas termasuk berkomunikasi. Mungkin banyak guru yang kurang setuju jika pendidikan bisa dipadukan lewat Media Sosial. Umumnya yang kurang setuju karena masih terpaku pada pembelajaran konvensional dan hanya melihat hambatan dalam penerapannya.

Sebagai pendidik dan guru sudah seharusnya harus mengikuti perkembangan zaman agar siswa/ siswi dapat merasakan perkembangan zaman modern ini. Tidak semua teknologi akan berdampak negatif jika kita mengunakannya untuk ilmu pengetahuan. Jika sebelumnya telah dibahas tentang hambatan menggunakan Media Sosial dalam pendidikan, (http://www.kesekolah.com/solusi-pendidikan/penggunaan-sosial-media-dalam-pendidikan-dan-hambatannya.html ) kini akan dibahas mengenai solusi bagaimana cara menggunakan Media Sosial untuk pendidikan.

Berikut beberapa Media Sosial yang bisa di gunakan untuk menunjang kegiatan belajar – mengajar.

1. Facebook
Facebook digunakan berdasarkan pada nama pengguna yang sebenarnya dan identitas diri yang otentik. Itulah alasan mengapa Facebook tidak hanya yang paling populer tetapi juga jaringan sosial paling mudah digunakan bagi siswa/siswi .

Facebook dibutuhkan penggunanya untuk menunjukan siapa mereka di dunia nyata . Di Facebook, hubungan antara diri sendiri dan orang lain menjadi yang nyata dan asli. Jika ada yang menemukan pengguna menyamar sebagai orang lain, mereka dapat melaporkannya ke Facebook. Ini adalah alat keamanan yang paling dasar dari Facebook .

Ada tiga jenis utama dari account di Facebook: halaman, kelompok, dan profil. Profil dirancang untuk individu, sehingga direkomendasikan jika ada yang masuk kedalam organisasi sebaiknya menggunakan salah satu halaman atau kelompok untuk menjaga akun Facebook dari hal yang tidak diinginkan.

2. Twitter
Tantangan terbesar bagi pengguna Twitter adalah bagaimana menyaring informasi yang penting dari jutaan tweet di luar sana. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan melakukan pencarian hashtag(#) yang berhubungan dengan pendidikan dalam aplikasi seperti TweetDeck atau HootSuit. Dengan menggunakan hashtags, Anda dapat mengikuti apa yang guru sekolah bicarakan. Sebagai contoh, Anda dapat mencari #elemchat jika Anda seorang guru sekolah dasar, Anda dapat mencari hashtags seperti #edtech untuk teknologi pendidikan, #edchat untuk diskusi yang berhubungan dengan pendidikan di Twitter .

Twitter dapat membantu guru dan siswa untuk menciptakan jaringan pembelajaran mereka sendiri. Dengan Twitter, siswa bisa melihat kesempatan untuk menemukan dan terhubung dengan kehidupan orang di seluruh dunia yang dapat membantu mereka mengambil pembelajaran & pengajaran pengalaman mereka ke tingkat berikutnya .

Ada tips untuk menggunakan Twitter dalam pendidikan seperti berikut ini.

· Ketika Anda mendaftarkan diri di Twitter sebagai lembaga pendidikan, pilih username dengan jelas untuk memperkenalkan Bidang atau Programnya seperti contoh: Institusi (lembaga)-nama(nama user)-English (jurusan)
· Pertimbangkan siapa saja yang boleh menangani/menggunakan Twitter anda sehingga Followers dapat mengetahui siapa yang melakukan Tweeting pada akun Anda.
· Lembaga selalu disebutkan dalam semua Tweets pada akun Twitter
· Ajak siswa untuk melakukan pekerjaan secara berkelompok seperti mencari kliping tentang alam dll.
· Gunakan hashtag (#) untuk memudahkan diskusi pada pengunjung baru .
· Mengharuskan siswa untuk menjaga akun Twitter-nya dengan cara tidak memberitahukan ID & Passwordnya kepada orang lain.

3. Instagram
Anak-anak akan belajar lebih baik jika kita libatkan mereka dalam praktek pembelajaran yang sedang dipelajari. Nah, untuk mewujudkan hal tersebut dalam Media Sosial kita bisa menggunakan Instagram. Instagram bisa menjadi penghubung dan berbagi informasi antara siswa, guru dan bahkan orangtua. Para guru dapat menggunakan Media Sosial Instagram untuk mengumumkan Pekerjaan Rumah secara kreatif, berbagi pengalaman dengan murid di kelas dengan bantuan gambar dan hal lain yang berhubungan dengan pendidikan.

Anda sebagai pendidik juga dapat menggunakan Instagram untuk:

· Berbagi pengetahuan dalam belajar dengan siswa, orangtua dan pengguna Instagram lainnya
· Menciptakan keterlibatan siswa dalam mendeskripsikan gambar, judul halaman yang diberikan oleh guru dan hal lainnya
· Bisa menghubungkan semua siswa dengan guru-guru lainnya di sekolah
· Berbagi pekerjaan rumah

4. Youtube
Rata – rata dalam satu sekolah, jumlah murid yang akan mengingat gurunya jika sudah lulus sekolah adalah sekitar 3.000 siswa yang mengingat guru-gurunya. Namun, bayangkan apa terjadi jika Anda sebagai pendidik dapat menginspirasi 3.000 orang dalam beberapa bulan atau bahkan bisa menjadi 300.000 orang? Bagaimana Anda dapat melakukan hal tersebut? Ya, salah satunya dengan Youtube.

Anda dapat menanyakan kepada siswa tentang apa yang mereka inginkan dari cara mengajar guru. Belajar layaknya seperti biasanya yaitu belajar dalam situasi yang sebenarnya antara guru dan murid berada dalam 1 kelas atau membuat pengajaran di dalam video di komputer, Tablet, atau smartphone siswa.

Suka atau tidak, sebenarnya siswa lebih menyukai guru mengajar di video daripada secara pribadi karena mereka dapat menentukan pengetahuan mereka ketika belajar. Guru tidak mungkin mengulang penjelasan yang sama sebanyak 10 kali dalam 1 pertemuan. Dengan youtube kita dapat mengulang materi apa yang diajarkan sehingga kita tidak perlu berpura-pura mengerti dalam memahami maksud dari penjelasan guru ketika sedang membahas materi tersebut. Dengan ini, Anda dapat meningkatkan pengetahuan pada materi yang diajarkan.

(Disadur dari Edudemic.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X

Pin It on Pinterest

X